11 November 2015

Membuat Kartu Persediaan Rata-Rata Bergerak dengan MS Excel

Kartu persediaan merupakan alat kontrol dibagian gudang untuk memantau ketersediaan barang apakah masih mencukupi atau tidak, selain itu digunakan untuk melakukan penilaian persediaan akhir.

Dalam pelaksanaannya penilaian persediaan dengan kartu persediaan terdapat beberpa metode yaitu

  1. LIFO (Last In First Out)
  2. FIFO (First In First Out)
  3. Moving Average / Rata-rata bergerak

Pada contoh kasus kali ini akan dibahas bagaimana membuat kartu persediaan dengan MS Excel menggunakan metode moving average / rata-rata bergerak, dimana ciri khas nya harga pokok saldo barang akan terus berubah setiap terjadi mutasi barang baik masuk maupun keluar.

Sebagai gambaran perhatikan screenshoot dibawah ini :

 

Pada gambar diatas bagian warna kuning merupakan bagian yang diisi secara otomatis ketika terjadi mutasi barang baik keluar / dijual (digunakan) maupun masuk (pembelian). Posisi saldo akan terlihat pada baris akhir di kolom saldo, dari contoh diatas tampak bahwa saldo akhir terdapat 200 unit denga harga Rp. 59.208 / unit dengan nilai total Rp 11.841.667

Untuk membuat kartu persediaan dengan metode rata-rata bergerak, berikut rumus-rumus yang digunakan :

  1. Untuk mengisi kolom Harga di bagian saldo baris pertama (Cell M11)
    =K11*L11
  2. Untuk mengisi kolom Harga di bagian saldo baris kedua (Cell M 12)
    =IF(L12>0;IF(E12>0;M11+G12;M11-J12);0)
  3. Untuk mengisi kolom P (Price) di bagian saldo baris kedua (Cell L12)
    =IF(K12>0;IF(E12>0;(M11+G12)/K12;L11);0)
  4. Untuk mengisi kolom Q (Quantity) dibagian saldo baris kedua (Cell K12)
    =IF(AND(E12=0;H12=0);0;IF(E12>0;K11+E12;K11-H12))
  5. Untuk mengisi kolom Harga pada Bagian Keluar (Cell J12)
    =H12*I12
  6. Untuk mengisi kolom P pada bagian Keluar (cell I12)
    =IF(H12>0;L11;0)
  7. Untuk mengisi kolom Harga pada bagian masuk (Cell G12)
    =E12*F12

Untuk bahan pembelajaran, silahkan download file contohnya dengan cara klik link dibawah

DOWNLOAD

21 Juni 2014

Increase Decimal versus Fungsi Roundup

Pembulatan angka menggunakan excel merupakan hal mudah untuk dilakukan terutama untuk memforamt tampilan agar angka dibelakang decimal bisa terlihat seragam misal menjadi dua angka dibelakang desimal, pembulatan bisa dilakukan dengan dua cara yaitu :

  1. Menggunakan tombol increase / decrease button

  2. Menggunakan fungsi round,roundup atau roundown

Sekilas hasilnya akan tampak sama dilayar yaitu menampilkan angka menjadi memiliki dua desimal dibelakang koma, namun INGAT hal itu hanya tampilan dilayar, hasilnya akan berbeda dan menjadi salah jika digunakan untuk pengambilan keputusan, untuk lebih jelasnya perhatikan gambar dibawah ini :


Perhatikan gambar diatas, penulis memiliki nilai asli pada cell B3, dimana cell tersebut memiliki banyak desimal dan belum diformat , berikutnya pada cell C3, diformat menggunakan increase decimal sehingga tampil menjadi 7.71.

Berikutnya penulis akan mengambil sebuah keputusan dengan ktentuan jika nilainya lebih dari sama dengan 7.51 maka hasilnya lulus dan jika tidak maka hasilnya tidak lulus.

Untuk itu penulis membandingkan dua formula antara pembulatan dengan tombol increase decimal dan Fungsi RoundUp ;

  1. Dengan tombol increase decimal, maka formulanya :=IF(C3>=7.51,”Lulus”,”Tidak Lulus”)dan hasilnya TIDAK LULUS (padahal seharusnya LULUS)
  2. Dengan Fungsi RoundUP maka formulanya :=IF(ROUNDUP(C3,2)>=7.51,”Lulus”,”Tidak Lulus”)dan hasilnya Lulus

Mana yang lebih tepat ? ya Fungsi Roundup lebih tepat ! jadi untuk pengambilan keputusan Fungsi Roundup harus digunakan ketika akan menggunakan angka yang akan dibulatkan dan ingat Tombol Increase / Decrease Decimal hanya untuk Tampilan di layar saja, bukan untik diproses lebih lanjut !, Semoga bermanfaat

12 April 2014

Membuat Potongan Uang Makan Karyawan Berdasarkan Keterlambatan Waktu

Membuat Potongan Uang Makan Karyawan Berdasarkan Keterlambatan Waktu

Posting kali ini merupakan sebuah bantuan kepada salah satu pembaca blog ini yaitu saudara ahmad eko, melalui email beliau menulis pesan seperti berikut

Bos bisa bantu saya menemukan rumus potongan buat karyawan yang kdatangan nya terlambat.

Dan beliau mengirimkan file kerja seperti berikut :

Dari gambar diatas beliau memberikan ketentuan sebagai berikut :

1. Jika karyawan telat kurang dari 10 menit maka dipotong Rp. 2.000

2. Jika karyawan telat masuk lebih dari 10 menit maka dipotong Rp. 5.000

3. Berapapun jam masuk karyawan dihitung 1 dan jika tidak hadir dihitung 0

Berdasarkan ketentuan diatas maka file kerja pada gambar pertama diubah menjadi seperti berikut :

Pada gambar diatas, yang harus diinput adalah jam masuk setiap harinya pada area warna putih, sedangkan pada area warna kuning akan otomatis terisi.

1. Untuk mengisi kolom keterlambatan (kolom D7) menggunakan formula sebagai berikut :

=IF(ISBLANK(C7),0,VALUE(C7-$L$3))

Kemudian kolom keterlambatan (kolom D7) diformat menggunakan format time .

2. Untuk mengisi kolom potongan (E7) menggunakan formula :

=IF(D7>=TIME(0,10,0),5000,IF(AND(D7>TIME(0,0,0),D7<TIME(0,10,0)),2000,0))

Fungsi Time digunakan untuk membuat waktu jadi kalau telat 10 menit maka ditulis time(0,10,0) jika tepat waktu maka time(0,0,0)

3. Untuk mengisi berapa hari karyawan hadir (bekerja) gunakan formula :

=IF(ISBLANK(C7),0,1)+IF(ISBLANK(F7),0,1)+IF(ISBLANK(I7),0,1)+IF(ISBLANK(L7),0,1)+IF(ISBLANK(O7),0,1)+IF(ISBLANK(R7),0,1)+IF(ISBLANK(U7),0,1)

artinya jika kolom C7,E7,I7,L7,O7,R7, DAN U7 tidak ada isinya (blank) maka dianggap nol (tidak hadir) tetapi jika ada isinya maka diangap hadir (1)

Silahkan download file latihan untuk mempelajarinya :

DOWNLOAD

04 Desember 2013

Menghapus Cell Kosong Secara Cepat Di Excel

Menghapus Cell Kosong Secara Cepat Di Excel

Kasus kali ini penulis temukan pada saat membuat laporan akademik semseteran untuk dilaporkan ke kopertis (DIKTI), data asal adalah excel yang nantinya akan diimport ke foxpro. Namun data asal yang penulis miliki terdapat masalah yaitu adanya baris kosong (blak cell) disetiap akhir baris data, jelasnya perhatikan gambar berikut :

Masalah diatas bisa diatasi denganmenghapus manual satu persatu baris kosong namun masalahnya terdapat ratusan baris kosong maka penulis harus mencari cara tercepat untuk menghapus data.

Untuk melakukan penghapusan baris kosong secara cepat berikut langkah-langkahnya :

1. Blok Seluruh data

2. Klik Home -> Editing -> Find & Select -> Go To

3. Kemudian pada kotak dialog Goto Teka ntombol Spesial

4. Pada kotak dialog Goto Special Berikut pilih Blanks

5. Maka secara otomatis seluruh cell kosong akan terpilih, sekarang saatnya menghapus cell, pilih Home -> Cells -> Delete -> Delete Sheet Rows

7. Hasil Akhir adalah sekarang semua baris ksong telah terhapus

Selamt Mencoba !

25 Juli 2013

Pembukuan Toko Satu Periode Akuntansi Dengan Excel

Pembukuan Toko Satu Periode Akuntansi Dengan Excel

Artikel kali ini merupakan pengembangan dari artikel sebelumnya tantang Pembukuan Toko Sederhana dengan excel, kali ini tema tersebut diangkat kembali sehubungan ada permintaan darii rekan kerja yang mengelola usaha yang cukup besar kapasitas transaksinya, sehingga rekan kerja penulis meminta dibuatkan pembukuan satu periode yang didalamnya mencakup :

  1. Mencatat Penerimaan
  2. Mencatat Pengeluaran
  3. Menampilkan data transaksi per divisi
  4. Menampilan rekap penerinmaan dan pengeluaran pada akhir periode
  5. Menampilkan Laba (rugi) dan perubahan saldo setiap akhir bulan

Tidak seperti biasanya pada artikel kali ini tidak akan dijelaskan step by step nya karena didalamnya sudah tercakup seluruh materi pada blog ini, Jika anda membutukan untuk usaha anda atau untuk dipelajari silahkan downloa file nya.

DOWNLOAD

02 Februari 2013

Penyelesaian Algoritma Decision Tree C4.5 dengan Ms Excel

Penyelesaian Algoritma Decision Tree C4.5 dengan Ms Excel

Contoh kasus kali ini penulis akan memberikan contoh penyelesaian algoritma decision tree C4.5 menggunakan Ms Excel. Namun tidak akan menjelaskan panjang lebar apa tu algoritma decision tree C4.5, untuk jelasnya anda bisa membaca teori nya dari artikel Algoritma Decision Tree C4.5.

Sebagai contoh kasus awal merupakan Soal Ujian Tengah Semester Pascasarjana STMIK LIKMI Bandung, berikut penulis gambarkan deskripsi kasus yang akan dipecahkan menggunakan algoritma decision tree C4.5. Penulis memiliki serangkaian data yang tersimpan dalam format tabel dimana data merupakan hasil observasi dari 11 proses produksi dengan tingkat kecepatan, kelembaban dan temperatur yang berbeda-beda sehingga menghasilkan produk dengan dua kategori yaitu produk baik dan produk cacat, dengan algoritma decision tree akan mencoba mengklasifikasikan produk dengan kriteria apa yang akan dikelompokan kedalam hasil baik dan buruk, untuk jelasnya perhatikan tabel dibawah ini :

Untuk menyelesaikan kasus diatas dengan algoritma decision tree C4.5 berikut langkah-langkahnya :

1. Buat nama pada cell area dengan ketentuan sebagai berikut :

  • cell C3 sampai cell C14 diberi nama data_temp
  • cell D3 sampai cell D14 diberi nama data_cepat
  • cell E3 sampai cell E14 diberi nama data_suhu
  • cell F3 sampai cell F14 diberi nama data_hasil

Untuk memberi nama cell seperti diatas silahkan baca artikel Memberi Nama Pada Cell Area

2. Berdasarkan data pada tabel pertama buat calon percabangan, adapun calon percabangan yang mungkin terjadi dari tabel pertama adalah :

3. Berikutnya buat tabel untuk menghitung frekwensi yang muncul dari setiap hasil produk berikut dengan proporsi-nya serta entropy-nya / H(t), sehingga tampak seperti berikut :

Berikut adalah formula-formula yang digunakan untuk mengisi tabel diatas:

  • Cell I17 (Frekwensi Baik) :
    =COUNTIFS(data_hasil,H17)
  • Cell J17 (Proporsi Baik /Pj) :
    =I17/I19
  • Cell K17 (log2.Pj) :
    =Log(J17,2)
  • Cell L17 (Entropy Baik / -P.log2.Pj) :
    =(-K17)*J17
  • Untuk mengisi baris berikutnya anda cukup melakukan copy paste pada baris dibawahnya:
  • Cell I19 (Total Frekwensi ) :
    =SUM(I17:I18)
  • Cell L19 (Total Entropy ) :
    =SUM(L17:L18)

4. Berikutnya kita akan menghitung Gain dari masing-masing kriteria untuk mencari gain tertinggi yang akan dijadikan cabang keputusan, untuk itu gunakan bantuan tabel seperti dibawah ini :

Adapun formula-formula yang digunakan untuk mengisi kolom-kolom diatas adalah :

  • Cell E25 (Produk dengan hasil baik pada temperatur tinggi) :
    =COUNTIFS(data_temp,D25,data_hasil,$E$24)
  • Cell F25 (Produk dengan hasil cacat pada temperatur tinggi) :
    =COUNTIFS(data_temp,D25,data_hasil,$F$24)
  • Cell G25 (Proporsi Produk baik terhadap keseluruhan produk pada temperatur tinggi):
    =IFERROR((E25/(E25+F25)),0)
  • Cell H25 (Proporsi Produk cacat terhadap keseluruhan produk pada temperatur tinggi):
    =IFERROR(F25/(E25+F25),0)
  • Cell I25 (-P(baik) X LOG2 P(baik)) :
    =IFERROR((-G25*LOG(G25,2)),0)
  • Cell J25 (-P(cacat) X LOG2 P(cacat)) :=IFERROR((-H25*LOG(H25,2)),0):
  • Cell K25 (Total) :=I25+J25
  • Cell L25 (P=Temp..) :
    =COUNTIFS(data_temp,D25)/COUNTA(data_temp)
  • Cell M25 (Total X P(Temp=..)) :
    =K25*L25
  • Cell N25 (E(Total*P(Temperatur=..))):
    =SUM(M25:M26)
  • Cell O25 (Gain masing-masing cabang) :
    =$L$19-N25

 

5. Selanjutnya untuk mengisi Cell E26 sampai M26 (Cabang 1 Temperatur Normal), anda cukup mengcopy dari Cell E25 sampai M25 (Cabang 1 Temperatur Tinggi).

6. Berikutnya untuk mengisi cell E27 sampai O25, anda ulangi langkah nomor 4 dengan cara meng-copy cell E25 sampai O25, namun anda ubah pada bagian data_temp didalam formula dengan data_cepat, karena kita akan mengisi calon cabang 2 Kecepatan tinggi dan kecepatan rendah

7. Dan untuk mengisi Cell E28 sampai M28 (Cabang 2 Kelembaban Normal), anda cukup mengcopy dari Cell E27 sampai M27 (Cabang 2 Kelembaban Tinggi).

8. Selanjutnya untuk mengisi cell E29 sampai O29, anda ulangi langkah nomor 4 dengan cara meng-copy cell E25 sampai O25, namun anda ubah pada bagian data_temp didalam formula dengan data_suhu, karena kita akan mengisi calon cabang 3 Kelembaban tinggi, kelembaban normal, dan kelembaban rendah.

9. Dan untuk mengisi Cell E30 sampai M30 dan Cell E31 sampai M31 (Cabang 2 Kelembaban sedang dan rendah), anda cukup mengcopy dari Cell E29 sampai M29 (Cabang 2 Kelembaban Tinggi).

10. Setelah selesai terisi semua saatnya menarik kesimpulan calon cabang yang mana yang akan dijadikan cabang sesungguhnya, hal ini dilakukan dengan mencari nilai tertinggi dari kolom Gain , dari kolom tersebut didapat gain 0,46 (calon cabang 1) yang akhirnya menjadi cabang, sehingga tahap pertama kita bisa membuat pohon keputusan level pertama seperti berikut :

Dari gambar diatas terlihat dua simbol yaitu simbol kotak dan simbol elips, simbol kotak menandakan keputusan final artinya, jika temperatur nya tinggi maka hasil produksi nya pasti cacat, namun jika temperatur nya rendah kita tidak bisa menentukan apakah cacat atau baik, karena belum final keputusannya maka langkah pertama pada langkah-langkah diatas anda ulang lagi, namun membuang bagian produk yang diproduksi menggunakan temperatur tinggi (proses 1 s.d. 6), sehingga tabel data pertama akan menjadi seperti berikut setelah mengeliminasi hasil produk dengan temperatur tinggi.

  • cell C3 sampai cell C8 diberi nama data_temp_2
  • cell D3 sampai cell D8 diberi nama data_cepat_2
  • cell E3 sampai cell E8 diberi nama data_suhu_2
  • cell F3 sampai cell F8 diberi nama data_hasil_2

Untuk memberi nama cell seperti diatas silahkan baca artikel Memberi Nama Pada Cell Area

11. Hitung entropi untuk tabel diatas (setelah mengeliminasi temperatur tinggi)

Untuk formula menghitung sama dengan pada langkah ke3, tugas anda hanya mengganti area data_hasil dengan data_hasil_2.

12. Berikutnya kita akan menghitung Gain dari masing-masing kriteria untuk mencari gain tertinggi yang akan dijadikan cabang keputusan, untuk itu gunakan bantuan tabel seperti dibawah ini :

Hitung kolom-kolom diatas menggunakan formula pada langkah-langkah ke-4 tugas anda hanya mengganti cell area data_hasil menjadi data_hasil_2, data_temp menjadi data_temp_2, data_hasil menjadi data_hasil_2.

13. Setelah seluruhnya terisi cari Gain tertinggi, kebetulan kedua calon memiliki gain yang sama yaitu 0.00 jika ditemukan hal demikian gunakan yang yang mana saja dalam hal ini calon cabang 3 yang terpilih untuk cabang ke-dua.

14. Dari hasil tersebut maka Decision Tree-nya adalah sebagai berikut :

Sebagai bahan latihan silahkan download file latihan excel-nya.

DOWNLOAD

11 Juli 2012

Membuat Nota Penjualan Dengan Excel

Membuat Nota Penjualan Dengan Excel

Nota penjualan merupakan dokumen yang mutlak dibuat sebagai bukti fisik penjualan barang apabila toko tidak memiliki sistem yang komprehensif untuk mencatat transaksi penjualan. Untuk toko-toko kecil membuat nota bisa menggunakan bantuan excel, tidak perlu menggunakan aplikasi Point Of Sale (POS) kalau memang tidak memiliki dana untuk membelinya atau volume transaksi nya masih kecil.

Berikut adalah contoh membuat nota dengan excel menggunakan Fungsi Match dan Fungsi Index yang telah dibahas pada artikel sebelumnya. Untuk jelasnya silahkan perhatikan screenshoot nota penjualan dibawah ini :

Perhatikan pada gambar diatas, tugas dari operator komputer untuk mengisi nota penjualan diatas hanya mengisi kolom kode barang dan jumlah sedangkan kolom yang lainnya (berwarna abu-abu) akan diisi secara otomatis mengambil dari daftar barang yang disimpan dalam tabel referensi seperti tampak pada gambar dibawah ini :

Untuk membuat nota seperti diatas berikut adalah langkah-langkahnya :

1. Buat tampilan nota seperti tampak pada gambar pertama !

2. Buat daftar barang yang akan jadi referensi seperti tampak pada gambar kedua, pada contoh diatas terdapat 4 buah barang kenyataannya toko atau warung pasti memiliki puluhan bahkan ratusan barang, jadi pada prakteknya data seluruh barang di toko atau warung.

3. Pada tabel referensi kolom nama barang (Cell K5:K8) diberi nama barang, gunakan fasilitas insert name define.

4. Berikutnya masih pada tabel referensi kolom harga barang (Cell L5:L8) beri nama harga, gunakan faslitas insert name define.

5. Terakhir di tabel referensi beri nama kode pada kolom kode barang (Cell M5:M8) dengan fasilitas insert name define.

6. Pada formulir nota penjualan beri nama harga_satuan pada kolom harga (cell F9:F14) dengan fasilitas insert name define.

7. Pada formulir nota penjualan beri nama jml_terjual pada kolom harga (cell G9:G14) dengan fasilitas insert name define.

8. Pada formulir nota penjualan beri nama harga_x_jml pada kolom harga (cell H9:H14) dengan fasilitas insert name define.

10. Pada Cell G11, buat tanggal secara dinamis untuk membuat tanggal kwitansi dengan fungsi date menggunakan formula :

=now()

11. Agar kolom nama barang otomatis terisi ketika mengisi kode pada kolom kode barang, maka pada kolom nama barang (cell E9) ketik formula diawah ini dan copy pada baris dibawah nya :

=IF(NOT(ISBLANK(D9)),INDEX(data_barang,MATCH(D9,kode,0),1),””)

Maksud dari formula diatas adalah apabila cell D9 / kolom kode barang tidak kosong (Fungsi ISBLANK), lakukan pencarian data menggunakan Fungsi Index dan Fungsi Match pada tabel referensi, namun jika D9 kosong maka kolom nama barang pun akan kosong.

12. Berikutnya pada kolom harga baris pertama di formulir nota ketik formula berikut :

=IF(NOT(ISBLANK(D9)),INDEX(data_barang,MATCH(D9,kode,0),2),0)

Maksud dari formula diatas adalah apabila cell D9 / kolom kode tidak kosong (Fungsi ISBLANK), lakukan pencarian data menggunakan Fungsi Index dan Fungsi Match pada tabel referensi, namun jika D9 kosong maka kolom nama barang pun akan kosong.

13. Pada kolom total (cell H9) ketik formula berikut untuk mengkalikan harga satuan dengan banyaknya barang yang dibeli :

=F9*G9

14. Pada baris Total DIbayar (Cell H15) ketik formula berikut :

=SUMPRODUCT(harga_satuan,jml_terjual)

Formula diatas dimaksudkan menjumlahkan hasil perkalian dari tabel harga dengan tabel Jml pada nota penjualan, atau bisa juga menggunakan formula :

=SUM(harga_x_jml)

Simpan dokumen anda, sebagai latihan silahkan download file latihan diatas.

DOWNLOAD

25 Juni 2012

Mencari Nilai dengan Fungsi Index #Bag. 2

Mencari Nilai dengan Fungsi Index #Bag. 2

Artikel kali ini merupakan lanjutan dari artikel sebelumnya yaitu “Mencari Nilai dengan Fungsi Index #Bag. 1“, pada artikel sebelumnya anda harus melakukan secara manual ketika akan mencari nilai pada suatu cel dengan menggunakan fungsi index. Perhatikan kembali screenshoot dibawah ini :

Sebagai contoh untuk mencari jumlah pendaftar prodi kehutanan – S1 pada tahun 2008 maka anda harus melakukan penentuan index kolom dan index baris secara manual.

Pembuatan formula index apabila penentuan index kolom dan baris dilakukan secara manual sungguh merepotkan apabila data tersebar dalam spreedsheet yang begitu banyak, nah pada artikel kali ini akan dibuat pengisian cell untuk mencari jumlah pendaftar menggunakan menu, sehingga pengguna tinggal memilih nama jurusan dan tahun pendaftaran maka otomatis akan ditampilkan hasil pencarian data dalam cell. Perhatikan kedua gambar dibawah ini !

Dari kedua gambar diatas untuk mencari jumlah pendaftar anda tinggal memilih program studi – jenjang serta tahun pada drop down yang disediakan. Nah pada aritikel kali ini kita akan memodifikasi artikel sebelumnya menjadi seperti tampak pada kedua gamabr diatas.

Berikut langkah-langkah pengerjaan :

1. Blok cell C7 sampai H11 (C7:H11) dan beri nama data dengan menggunakan fasilitas insert name define.

2. Buat tampilan seperti pada gambar ke-3 (ke-4)

3. Blok cell B7 sampai B11 (B7:B11) dan beri nama prodi dengan menggunakan fasilitas insert name define.

4. Blok cell C6 sampai H6 (C6:H6) dan beri nama tahun dengan menggunakan fasilitas insert name define.

5. Pada tampilan gambar ke-3 (ke-4), simpan kursor di cell K7 untuk membuat drop down jurusan, gunakan fasilitas data validation untuk membuatnya, berikut ketentuan pembuatannya. Pada bagian Allow pilih List selanjutnya pada bagian Source ketik =prodi, sesuaikan namanya sesuai pada langkah 3, jika telah selesai klik OK.

6. Pada tampilan gambar ke-3 (ke-4), simpan kursor di cell K8 untuk membuat drop down tahun, gunakan fasilitas data validation untuk membuatnya, berikut ketentuan pembuatannya. Pada bagian Allow pilih List selanjutnya pada bagian Source ketik =tahun, sesuaikan namanya sesuai pada langkah 3, jika telah selesai klik OK.

7. Simpan kursor di K9 untuk mencari jumlah pendaftar, dan ketik formula berikut :

=IF(OR(ISBLANK(K7),ISBLANK(K8)),””,INDEX(data,IF(ISERROR(MATCH(K7,prodi,0)),””,MATCH(K7,prodi,0)),IF(ISERROR(MATCH(K8,tahun,0)),””,MATCH(K8,tahun,0))))

Untuk bahan latihan silahkan download filenya :

DOWNLOAD

21 Juni 2012

Mencari Nilai dengan Fungsi Index #Bag. 1

Mencari Nilai dengan Fungsi Index #Bag. 1

Contoh kasus ini merupakan contoh untuk mencari nilai tunggal baik berupa angka maupun text dalam sekumpulan data, untuk jelasnya perhatikan screenshoot dibawah ini, pada screenshoot dibawah ini terdapat rekapitulasi penerimaan mahasiswa baru pada sebuah universitas dimana data disajikan dalam lajur kolom dan baris per program studi dan tahun penerimaan mahasiswa baru.

Dari contoh kasus diatas bagaimana caranya jika anda ditanya berapa jumlah pendaftar untuk program studi Kehutanan S1 pada tahun 2008 ? maka untuk menjawabnya anda mencari kehutanan dan menarik garis lurus kesebalah kanan dan mengambil perpotongan data dengan kolom 2008 maka anda akan menemukan nilai sebesar 46 !.

Sah-sah saja anda menggunakan cara manual seperti diatas, masalahnya akan timbul apabila jumlah program studi banyak dan tahun pendaftaran lebih dari 5 periode seperti tampak contoh diatas, maka untuk mencarinya dibutuhkan waktu yang tidak sedikit sehingga pekerjaan pencarian darta jadi tidak effisien.

Untuk memudahkan pekerjaan seperti itu maka excel menyediakan suatu fungsi yang diberi nama fungsi INDEX untuk mencari nilai berdasarkan index kolom dan baris.

Berdasarkan contoh diatas maka apabila kita menggunakan fungsi index, untuk mencari jumlah pendaftar program studi kehutanan – S1 pada tahun 2008 maka langkah-langkahnya :

1. Blok cell C7 sampai H11 (C7:H11) dan beri nama data dengan menggunakan fasilitas insert name define.

2. Pindahkan ke Cell Kosong misal B13 ketik formula berikut :

=index(data,3,2)

formula diatas artinya mencari nilai dari range yang bernama data dimana nilai yang dicari berada pada baris ke-3 (Kehutanan-s1) dan kolom ke-2 (2008) maka ditemukan nilai 46.

Bagaimana ? masihkah ada kekurangan contoh diatas ? ya masih kekurangannya adalah anda harus mencari nomor urut baris dan nomor urut kolom data diatas tampak mudah karena datanya sedikit namun jika datanya besar akan bermasalah mencari nomor kolom dan baris, nah pada artikel bagian kedua kasus ini akan dimodifikasi sehingga pengguna cukup memilih tahun pendaftaran serta memilih program studi dan secara otomatis akan menghasilkan nilai yang dicari.. don’t mis it

Download File